Jumat, 10 April 2026

Warga Mukomuko Tewas di Kebun

Momen Dramatis Evakuasi Warga Ranah Karya Mukomuko Bengkulu yang Ditemukan Tewas di Kebun Sawit

Evakuasi petani Mukomuko yang tewas tertimpa pohon di kebun sawit dramatis, terkendala hujan deras dan medan sulit.

Panji Destama/TribunBengkulu.com
PROSES EVAKUASI – Tim SAR Gabungan memindahkan truk yang terguling saat menuju lokasi penjemputan jenazah Ijon Majoni (42), warga Desa Ranah Karya, Kecamatan Lubuk Pinang, Kabupaten Mukomuko, Rabu (3/9/2025). Tim menghadapi medan sulit dalam proses evakuasi petani yang tertimpa pohon di kebun sawit. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama

TRIBUNBENGKULU.COM, MUKOMUKO - Proses evakuasi seorang petani yang tertimpa pohon di perkebunan sawit Desa Lunang, Kecamatan Lunang, Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat, berjalan dramatis. 

Tim SAR harus menghadapi medan sulit dan cuaca buruk.

Sebelumnya, pada Rabu (3/9/2025), Ijon Majoni (42), warga Desa Ranah Karya, Kecamatan Lubuk Pinang, Kabupaten Mukomuko, ditemukan tewas tertimpa pohon.

Kapolsek Lubuk Pinang, IPTU Kurtani, mengatakan pihaknya bersama Tim SAR Gabungan dari Basarnas Mukomuko, TNI-Polri, dan warga mulai bergerak sejak pukul 15.00 WIB.

Perjalanan menuju lokasi menempuh jarak lebih dari 20 kilometer dari pinggir Jalan Lintas Barat Padang–Bengkulu. 

Tim harus melalui jalan tanah liat yang licin akibat hujan dengan intensitas sedang, sehingga menggunakan mobil double gardan.

Dalam perjalanan, mobil beberapa kali tergelincir karena kondisi jalan berlumpur dan tergenang air. 

Jalanan yang naik turun juga membuat evakuasi semakin terhambat, terlebih saat sebuah truk pengangkut kelapa sawit terguling dan menutup jalur.

“Tim SAR kita bagi dua. Tim pertama bersama warga sudah tiba lebih dulu di lokasi kejadian. Sekitar pukul 16.00 WIB korban berhasil dievakuasi dari lokasi,” ungkap IPTU Kurtani, Kamis (4/9/2025) pukul 13.20 WIB.

Menurutnya, tim kedua baru berhasil mencapai titik penjemputan jenazah sekitar pukul 18.05 WIB. 

Kendaraan yang dibawa tak bisa masuk lebih jauh karena medan sangat sulit.

Jenazah kemudian dipindahkan ke mobil pada pukul 18.39 WIB. Setelah itu, tim gabungan bergerak menuju rumah duka di Desa Ranah Karya.

Sekitar pukul 19.46 WIB, jenazah tiba di rumah duka. 

“Kita sampai sesudah Isya, langsung ke rumah duka,” tutup IPTU Kurtani.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved