Minggu, 26 April 2026

Berita Populer Bengkulu

Berita Populer Mukomuko Bengkulu 1–7 September 2025: Aksi Demo hingga Tewas di Kebun Sawit

Sepekan di Mukomuko: demo berujung mediasi, polisi siaga satu, harga beras naik, hutan jadi kebun sawit, hingga warga tewas di kebun.

Panji Destama/TribunBengkulu.com (Kolase)
BERITA POPULER – Mediasi Aliansi Mukomuko Bangkit dengan DPRD Mukomuko, Senin (1/9/2025) (kiri), dan evakuasi petani asal Desa Ranah Karya, Mukomuko, Bengkulu, yang tewas tertimpa pohon, Rabu (3/9/2025) (kanan). Aksi demo hingga gaji PPPK paruh waktu mewarnai berita populer Mukomuko periode 1–7 September 2025. 

Harga beras medium di Kabupaten Mukomuko mencapai Rp15.201 per kilogram, lebih tinggi dari harga eceran tertinggi (HET) Provinsi Bengkulu sebesar Rp14.000 per kilogram.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Mukomuko, Elxandi Utria Dharma, menjelaskan kenaikan ini dipicu oleh harga gabah yang mencapai Rp7.000 per kilogram, di atas harga pembelian pemerintah (HPP) minimal Rp6.500 per kilogram.

“Karena HPP dari pemerintah pusat untuk gabah itu minimal Rp6.500 per kilogram, ada harga gabah sampai Rp7.000 per kilogram. Dengan harga gabah yang tinggi, tentu harga pokoknya menjadi Rp14.000 per kilogram,” ungkap Elxandi, Selasa (2/9/2025) pukul 12.05 WIB.

Untuk menekan harga beras, Pemkab bersama Polres dan Kodim 0428/Mukomuko menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) dengan harga Rp12.000 per kilogram untuk beras medium SPHP.

4. Dari Surga Satwa Jadi Kebun Sawit

Baca juga: Dari Surga Satwa Jadi Kebun Sawit: Hancurnya Habitat Harimau Sumatera di Mukomuko Bengkulu

Habitat harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) di Mukomuko kian terancam akibat perambahan hutan produksi terbatas (HPT).

Koordinator Lapangan Jejak Hijau Indonesia (JHI), Jamaludin, mengatakan lemahnya pengawasan dan penegakan hukum mendorong maraknya praktik ilegal.

“Perambahan hutan yang mengakibatkan terancamnya habitat harimau sumatera ini karena pengawasan dari pemangku kawasan dan penegak hukum sangat lemah,” ujar Jamaludin, Rabu (3/9/2025) pukul 08.30 WIB.

Hasil pengecekan lapangan menunjukkan kawasan HPT Air Ipuh I kini didominasi perkebunan sawit dan semak belukar. Jamaludin menyoroti lemahnya peran perusahaan perkebunan yang berbatasan langsung dengan kawasan tersebut serta minimnya patroli polisi kehutanan (Polhut).

Kondisi ini tidak hanya mengancam kelestarian hutan, tetapi juga memicu konflik antara manusia dan satwa liar.

5. Warga Ranah Karya Ditemukan Tewas di Kebun Sawit

Seorang warga Desa Ranah Karya, Kecamatan Lubuk Pinang, Kabupaten Mukomuko, bernama Ijon Majoni (42) ditemukan meninggal dunia di kebun sawit Desa Lunang, Kecamatan Lunang, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat.

Kepala Desa Ranah Karya, Arman Jaya, mengatakan korban pamit ke kebun pada Jumat (29/8/2025) untuk menebang pohon, namun tidak kunjung pulang. Warga kemudian menemukan korban tertimpa pohon pada Rabu (3/9/2025).

“Sekitar jam 3 sore kami berangkat ke lokasi kejadian, korban berhasil dievakuasi sekitar pukul 16.00 WIB,” jelas Arman.

Proses evakuasi menghadapi medan berat dengan jalan berlumpur akibat hujan deras. Tim gabungan dari Basarnas Mukomuko, TNI-Polri, dan warga akhirnya berhasil mengevakuasi korban.

Baca juga: Breaking News: Warga Ranah Karya Mukomuko Bengkulu Ditemukan Tewas di Perkebunan Sawit

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved