Kamis, 4 Juni 2026

Berita Rejang Lebong

Target Program Cetak Sawah Baru di Rejang Lebong Belum Tercapai

Target cetak sawah baru belum tercapai, Distankan Rejang Lebong sebut masih cari 471 hektare lahan

Tayang:
Penulis: M Rizki Wahyudi | Editor: Hendrik Budiman
M Rizki Wahyudi/Tribunbengkulu.com/M Rizki Wahyudi
PROSES - Hamparan sawah baru di Desa Tanjung Gelang Kecamatan Kota Padang. Proses percetakan sawah baru terus dilaksanakan dengan tujuan peningkatan produksi hasil pertanian Rejang Lebong. 

Ringkasan Berita:
  • Target cetak sawah baru belum tercapai, Distankan Rejang Lebong sebut masih cari 471 hektare lahan
  • Dari total rencana cetak sawah baru seluas 1.075 hektare yang diberikan pemerintah pusat, Distankan baru menuntaskan sekitar 604 hektare 
  • Program Cetak Sawah Rakyat sendiri diharapkan mampu menambah luas lahan pertanian di Rejang Lebong

 

Laporan Wartawan TribunBengkulu.com, M. Rizki Wahyudi

TRIBUNBENGKULU.COM, REJANG LEBONG – Upaya Pemkab Rejang Lebong dalam memperluas lahan pertanian melalui Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) masih menghadapi tantangan.

Hingga kini, Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Rejang Lebong baru mampu merealisasikan seluruh target yang telah ditetapkan.

Dari total rencana cetak sawah baru seluas 1.075 hektare yang diberikan pemerintah pusat, Distankan baru menuntaskan sekitar 604 hektare yang mayoritas berada di wilayah Kecamatan Kota Padang.

Artinya, masih terdapat kekurangan sekitar 471 hektare lahan yang harus dipenuhi untuk mencapai target keseluruhan.

Kepala Distankan Kabupaten Rejang Lebong, Suradi Rifai, mengatakan saat ini pihaknya masih melakukan pemetaan.

Serta juga tengah melakukan penelusuran lokasi-lokasi potensial yang memungkinkan dikembangkan menjadi sawah baru.

“Sekarang kami masih dalam tahap pendataan dan identifikasi. Dari hasil sementara, baru sekitar 200 hektare lahan yang dinilai memiliki potensi awal untuk dikembangkan,”ungkap Suradi kepada TribunBengkulu.com, Jumat (19/12/2025).

Lahan-lahan tersebut tersebar di beberapa kecamatan dan belum seluruhnya memenuhi persyaratan teknis untuk langsung diusulkan sebagai lokasi cetak sawah rakyat.

Foto lahan sawah curup
Foto lahan sawah di Curup, Rejang Lebong Bengkulu. (TribunBengkulu.com/M. Rizki Wahyudi

Dimana kendala terbesar yang dihadapi adalah sulitnya menemukan lahan dalam satu hamparan luas.

Konsep cetak sawah rakyat idealnya dilakukan dalam satu kawasan agar pembangunan irigasi, pengelolaan lahan, serta pendampingan petani dapat berjalan lebih efektif.

“Yang menjadi masalah utama, sampai saat ini belum ditemukan lahan yang luas dan menyatu dalam satu kawasan. Ini masih terus kami carikan solusinya,”jelasnya.

Baca juga: 130 Desa Kelurahan di Rejang Lebong Usulkan Lahan, Puluhan Gerai Koperasi Merah Putih Dibangun

Lahan yang sudah berfungsi sebagai area persawahan tidak dapat kembali diusulkan dalam program CSR.

Program ini hanya diperuntukkan bagi lahan baru yang sebelumnya belum dimanfaatkan sebagai sawah.

“Kalau sudah menjadi sawah, tidak bisa lagi masuk program cetak sawah rakyat. Jadi kami harus benar-benar mencari lahan baru yang masih potensial untuk dikembangkan,”lanjutnya. 

Sumber: Tribun Bengkulu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved