Rabu, 3 Juni 2026

Berita Seluma

Pasar Rp6 Miliar Terbengkalai di Seluma, Disperindagkop Buka Suara

Pasar Rakyat Desa Serambi Gunung Seluma Terancam Jadi Bangunan Mubazir, Disperindagkop Sebut Salah Desain

Tayang:
Penulis: Yayan Hartono | Editor: Hendrik Budiman
TribunBengkulu.com/Yayan Hartono
PASAR SERAMBI GUNUNG: Plt Kadisperindagkop UKM Seluma, Dadang Kosasi, ST, MT dikonfirmasi Rabu siang (3/6/2026) menjelaskan perihal Pasar Rakyat di Desa Serambi Gunung. Dadang menyebut pembangunan pasar tersebut salah desain 

Mayoritas pedagang di Desa Serambi Gunung adalah pedagang mingguan yang hanya beraktivitas setiap hari Senin.

Sementara bangunan yang tersedia dirancang untuk aktivitas perdagangan harian.

Baca juga: BGN Hentikan Sementara Operasional SPPG Kelurahan Masmambang Seluma

Akibatnya, pedagang enggan menempati los dan kios yang telah disediakan di dalam bangunan pasar.

"Masyarakat di sana lebih terbiasa dengan pola pasar mingguan. Sementara bangunan yang dibangun ini konsepnya pasar harian, sehingga pedagang tidak mau berjualan di dalam pasar," ujarnya.

Kondisi tersebut membuat bangunan pasar belum memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.

Bahkan jika tidak segera ditangani, keberadaan pasar rakyat tersebut berpotensi menjadi aset daerah yang terbengkalai.

Untuk mengatasi permasalahan ini, Disperindagkop UKM berencana akan turun langsung ke lapangan dalam waktu dekat.

Pihaknya akan berkoordinasi dengan pengelola pasar serta melakukan sosialisasi kepada para pedagang agar mulai memanfaatkan fasilitas yang telah tersedia di dalam pasar.

"Dalam waktu dekat, kami akan turun langsung ke lokasi bersama pengelola pasar. Nanti akan dilakukan sosialisasi kepada para pedagang agar mau menempati los dan fasilitas yang sudah dibangun pemerintah," ucap Dadang. 

Selain untuk mengoptimalkan fungsi pasar, langkah ini juga dilakukan untuk mengatasi persoalan ketertiban yang selama ini muncul akibat aktivitas perdagangan di luar area pasar.

Saat ini pedagang memilih membuka lapak di halaman pasar dan sepanjang badan jalan menuju lokasi pasar.

Kondisi ini mengganggu kelancaran lalu lintas dan berpotensi membahayakan pengguna jalan.

"Kita ingin aktivitas jual beli dipusatkan di dalam pasar. Selain lebih tertata, juga tidak mengganggu pengendara yang melintas di sekitar lokasi. Segera akan kami lakukan sosialisasi" tegas Dadang.

Sumber: Tribun Bengkulu
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved