Sidang Ferdy Sambo

Memahami Detil Dakwaan Sidang Jenderal Hendra Kurniawan Cs, Pasal 49 48 UUITE dan Pasal 233 221 KUHP

Jenderal Bintang 2 Hendra Kurniawan ikut terlibat dalam pusaran kasus Ferdy Sambo, dalam pembunuhan berencana terhadap Brigadir J, beberapa waktu lalu

Penulis: prawira maulana | Editor: Hendrik Budiman
Tangkapan layar
Sidang Hendra Kurniawan dkk terdakwa kasus Obstraction of Justice kasus Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat, di PN Jaksel, Rabu (19/10/2022). Memahami Detil Dakwaan Sidang Jenderal Hendra Kurniawan Cs, Pasal 49 48 UUITE dan Pasal 233 221 KUHP 

TRIBUNBENGKULU.COM - Memahami detil dakwaaan sidang Jendral Hendra Kurniawan dkk terdakwa kasus Obstraction of Justice kasus Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Jenderal Bintang 2 Hendra Kurniawan ikut terlibat dalam pusaran kasus Ferdy Sambo, dalam pembunuhan berencana terhadap Brigadir J, beberapa waktu lalu.

Hendra Kurniawan Dkk menjalani sidang perdana, pada Rabu (19/10/2022) di PN Jakarta Selatan.

Seperti diketahui ada dua kelompok terdakwa dalam perkara yang menyangkut pembunuhan Brigadir J.

Kelompok pertama adalah mereka yang terlibat pembunuhan terdiri dari Jenderal Pacatan Ferdy Sambo, Putri Candrawati, Bharada E, Ricky Rizal dan Kuat Maruf.

Sementara di dalam kasus perintangan penyidikan atau obstruction of justice ada Jenderal Pecatan Ferdy Sambo lagi dan 6 anak buahnya mulai dari Brigjen Pol Hendra Kurniawan, Agus Nurpatria, Arif Rahman Arifin, Chuck Putranto, Baiquni Wibowo dan Irfan Widiyanto.

Perkara perintangan penyidikan difokuskan pada upaya memberangus bukti rekaman CCTV.

Belakangan rekaman CCTV itu berhasil ditemukan kembali dan membuka tabir kasus ini.

Baca juga: Senyum Brigjen Hendra Saat Duduk di Kursi Terdakwa, Sidang Jenderal Hendra Kurniawan CS

Khusus Brigadir Jenderal Hendra Kurniawan mari telisik tuduhan atau dakwaan Jaksa Penuntut Umum yang digunakan untuk menjerat sang jenderal bintang satu yang belum dipecat ini.

Hari ini dia di sidang dan sebelum sidang dimulai dia sempat melemparkan senyum meski diancam hukuman sampai 10 tahun penjara.

Brigadir Jenderal Hendra Kurniawan didakwa dengan dua dakwaan.

JPU menyebutnya atau artinya dia bisa dijerat dengan dakwaan pertama atau dakwaan kedua.

Baca juga: Sidang Hendra Kurniawan Dkk Tersangka Obstraction of Justice Disebut Tak Bakal Ajukan Eksepsi

Dakwaan pertama adalah dijerat dengan UU Informasi Transaksi Elektronik atau biasa disingkat UU ITE. Terdiri dari primair dan subsidair.

Dakwaan pertama adalah dakwaan pertama primair melanggar pasal 49 jo pasal 33 UU ITE jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP

Halaman
123
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved