Kamis, 16 April 2026

Opini

OPINI: Hari Ibu dan Inflasi

Keberadaan ibu di keluarga adalah madrasah pertama dalam kehidupan anak anaknya. Ibu juga sebagai pilar kehidupan keluarga.

Editor: Yunike Karolina
HO TribunBengkulu.com
Nugroho Tri Putra. Penulis adalah ASN Pemerintah Kota Bengkulu. Pernah meraih penghargaan dari Badan Pusat Statistik Kota Bengkulu dalam Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral Tahun 2023. 

Oleh : Nugroho Tri Putra, M.I.Kom**

TRIBUNBENGKULU.COM - Cermin yang paling jujur adalah mata seorang Ibu… (Buya Hamka)

Kata bijak di atas rasanya tak berlebihan jika ditujukan kepada kaum ibu yang ada di keluarga dan lingkungan sosial kita.

Ibu adalah pribadi tangguh yang siap mengorbankan apapun untuk keluarganya. Bahkan perannya ada yang melebihi dari seorang Ayah.

Mulai dari mengandung, melahirkan, merawat, menyekolahkan, mendidik, bahkan menyayangi hingga akhir hayat.  

Keberadaan ibu di keluarga adalah madrasah pertama dalam kehidupan anak anaknya. Ibu juga sebagai pilar kehidupan keluarga.

Dipelukkan Ibu, semua luka bisa sembuh. Dipelukan Ibu pula setiap masalah ada solusinya.  

Namun dibalik banyaknya peran dan tanggung jawab ibu, perjalanan kehidupan para ibu menyimpan tantangan yang tiada akhir.

Sebut saja dalam mengelola pertahanan ekonomi keluarga. Kontribusi seorang ibu mengelola keuangan keluarga adalah pondasi keberlangsungan dari kesejahteraan keluarga itu sendiri. 

Berdasarkan Survei Biaya Hidup (SBH) yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bengkulu tahun 2022, biaya hidup di Kota Bengkulu mencapai Rp7.926.909,60 per rumah tangga per bulan. Kota Bengkulu menempati urutan ke 46 termahal di Indonesia.

SBH yang dilakukan setiap lima tahun ini mengalami kenaikan dibanding biaya hidup tahun 2018 yaitu Rp7.809.721,00.

Hasil SBH 2022 menunjukkan pergeseran pola konsumsi masyarakat Kota Bengkulu yang terjadi pada konsumsi makanan di mana sebelumnya menempati 35,54 persen dari total konsumsi tahun 2018 menjadi 38,77 persen di tahun 2022.

Sedangkan konsumsi non makanan menurun dari 64,46 persen menjadi 61,23 persen. 

Terdapat 10 komoditas dengan proporsi terbesar dalam struktur pengeluaran rumah tangga. Yaitu bensin (BBM), listrik, beras, kontrak rumah, mobil, rokok sigaret kretek, biaya langganan internet, sewa rumah, nasi dengan lauk, dan biaya akademi/perguruan tinggi.

Dari data BPS tersebut mencerminkan terdapat 3 komoditas konsumsi makanan dan 7 komoditas non makanan yang besar dalam pola konsumsi masyarakat Kota Bengkulu.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved