Minggu, 12 April 2026

Pembunuhan Dini Sera

Imbas Terima Suap Kasus Pembunuhan Dini Sera, Saldo ATM Istri Hakim Mangapul Mendadak Kosong  

Imbas terima suap Ronald Tannur kasus pembunuhan Dini Sera Afrianti, saldo ATM istri Hakim Mangapul mendadak kosong. 

Editor: Rita Lismini
Tribun Medan
Foto istri Hakim Mangapul (Kiri) dan suaminya (Kanan) yang menerima suap kasus pembunuhan Dini Sera Afrianti. 

TRIBUNBENGKULU.COM - Imbas terima suap Ronald Tannur kasus pembunuhan Dini Sera Afrianti, saldo ATM istri Hakim Mangapul mendadak kosong. 

Penyuapan ini berkaitan dengan vonis bebas terdakwa Ronald Tannur yang diduga melibatkan tiga hakim Pengadilan Negeri Surabaya, termasuk Mangapul.

Akibat menerima suap tersebut keluarga Hakim Mangapul turut merasakan imbasnya.

Marta Panggabean, istri Hakim Mangapul mengaku tak dapat gaji Rp28 juta lagi.

Dihadirkan sebagai saksi dugaan korupsi suaminya, Marta menjawab sejumlah pertanyaan tim kuasa hukum di ruang sidang.

Kepada pengacara, Marta menjelaskan suaminya menerima gaji Rp 28 juta per bulan dari Mahkamah Agung (MA) sebelum akhirnya disetop karena menjadi tersangka suap.

"Sekarang masih dapat gaji (dari MA) enggak, saudara saksi?" tanya pengacara, di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, dikutip dari Kompas.com, Rabu (8/1/2025).

"Tidak ada lagi. Sejak Desember tidak pernah lagi dapat gaji sampai sekarang," jawab Marta.

Marta mengaku sedih lantaran saat ini ketiga anaknya masih menempuh studi di perguruan tinggi.

Terlebih lagi, anaknya yang bungsu kuliah di kampus swasta.

Setelah itu, Marta menceritakan bagaimana ia memeriksa saldo ATM, tetapi berujung sia-sia.

"Saya dua kali datang ke ATM, selalu saldo Anda nol, saldo Anda nol, sedih sekali itu saya, Pak," ujar Marta sembari menangis.

Marta mengaku sangat sedih dan marah karena kondisi sulit itu terjadi gara-gara suaminya terlibat suap vonis bebas Ronald Tannur.

Namun, di sisi lain, ia juga merasa kasihan melihat suaminya terjerat perkara rasuah.

"Saya sampai marah sama Bapak, gara-gara kau jadi begini, gitu saya bilang. Tapi dalam hati kecil saya kasihan, kok bisa begini, kami alami kenapa begini, Tuhan. Saya pikir begitu juga, Pak," kata Marta.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved