DPR RI
Imbas Herman Khaeron Terima Amplop saat Rapat dengan Pertamina, DPR RI Kini Diolok-olok: Udah 2025
Imbas anggota Komisi VI DPR RI, Herman Khaeron mendadak viral di media sosial karena menerima amplop saat rapat dengan Pertamina, DPR diolok-olok.
TRIBUNBENGKULU.COM - Imbas anggota Komisi VI DPR RI, Herman Khaeron mendadak viral di media sosial karena menerima amplop saat rapat dengan Pertamina, kini DPR RI menjadi bahan olok-olok warganet.
Banyak yang menilai lembaga sekretariat DPR RI terkesan kuno dan ketinggalan zaman.
Momen tersebut awalnya terekam dalam siaran langsung melalui kanal YouTube TV Parlemen, di mana Herman Khaeron tampak menerima amplop cokelat saat rapat berlangsung.
Aksi itu langsung memicu kecurigaan warganet, yang menganggap gerak-gerik Herman mencurigakan.
Cuplikan video pun menyebar luas di media sosial, hingga muncul dugaan bahwa amplop tersebut berisi uang sogokan.
Menanggapi hal ini, Herman Khaeron memberikan klarifikasi melalui akun X pribadinya.
Ia menegaskan bahwa amplop tersebut berisi Surat Pertanggungjawaban (SPJ) perjalanan dinas yang sebelumnya belum ia ambil.
"Mohon maaf saya harus klarifikasi video ini. Ini fitnah. Itu adalah tanda tangan SPJ perjalanan dinas saya sebelumnya yang belum diambil. Jadi benar-benar ini fitnah. Terima kasih," tulis Herman.
Meski telah memberikan klarifikasi, sorotan kini justru beralih ke sekretariat DPR RI, yang dianggap tidak becus dalam pengelolaan administrasi.
"Kaya tahun jebot aj kasih uang dlm amplop, emang ga bisa transfer ?" tulis akun @Mamang.
"Padahal udah tahun 2025, di DPR ternyata masih pake cara-cara kuno," akun @Emilia menambahkan.
"Sudah jaman digitalisasi masih pakai cara konvensional?? Setingkat DPR?? Pantes aja negara udah e-ktp untuk mengurus birokrasi harus pakai fotocopy ktp," akun @Raden ikut mengomentari.
Viral di Media Sosial
Sebelumnya, anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Herman Khaeron, menjadi sorotan setelah aksinya menerima amplop saat rapat dengan Pertamina viral di media sosial.
Momen tersebut memicu berbagai spekulasi dan kritik, mengingat transparansi dan etika dalam lembaga legislatif selalu menjadi perhatian publik.
| Legowo Uya Kuya Tak Terbukti Langgar Kode Etik, Istrinya Singgung Kebenaran Menemukan Jalan Sendiri |
|
|---|
| MKD DPR Tetap Sesalkan Sikap Uya Kuya Meski Pulihkan Jabatan dan Nama Baiknya: Harusnya Klarifikasi |
|
|---|
| Isi Vonis Lengkap MKD DPR untuk Eko Patrio, Uya Kuya, Ahmad Sahroni, Adies Kadir hingga Nafa Urbach |
|
|---|
| Kenapa Eko Patrio Dinyatakan Langgar Kode Etik? Meski Kontroversinya sama dengan Uya Kuya |
|
|---|
| Alasan MKD DPR RI Putuskan Hal Meringankan Ahmad Sahroni dan Eko Patrio Meski Langgar Kode Etik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/ANGGOTA-DPR-RI-TERIMA-AMPLOP.jpg)