Sabtu, 25 April 2026

Opini

Cegah Anemia Pada Remaja Putri dengan Gizi Seimbang

Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang paling umum terjadi di seluruh dunia.

Editor: Yunike Karolina
HO TribunBengkulu.com/Kemenkes RI
CEGAH ANEMIA - Ilustrasi gizi seimbang. Gizi seimbang bukan hanya mencegah anemia namun juga menjadi kunci kesehatan dan prestasi optimal remaja. 

Sel darah merah yang bersirkulasi merupakan sel darah merah yang diproduksi pada saat cadangan besi masih cukup.

Adanya perbedaan ukuran dan luas sel darah merah, sumsum tulang mulai memproduksi eritrosit yang berukuran kecil, terjadi penurunan serum besi dan feritin, adanya peningkatan Total Iron Binding Capacity (TIBC) dan reseptor transferin di permukaan sel.

(3) Anemia defisiensi besi yang disebabkan kurangnya ketersediaan zat besi dalam tubuh untuk proses eritropoesis sehingga menghambat perkembangan kualitas hidup manusia.

Anemia ditandai dengan adanya eritrosit kecil (mikrositik) dan pucat (hipokromik), gangguan kemampuan mengangkut oksigen, penurunan kadar serum besi, transferin, cadangan besi, peningkatan kapasitas ikat besi.

Kadar hemoglobin adalah tanda awal terjadinya anemia defisiensi besi Anemia yang terjadi terus menerus dalam jangka waktu yang lama maka akan berdampak pada siklus kehidupan apalagi jika terjadi pada wanita hamil, bayi, balita dan remaja yang memang berisiko mengalami anemia.

Pertumbuhan linier terutama selama fase bayi dan pubertas, mudah lelah, konsentrasi belajar dan kecerdasan akan turun yang berefek dengan prestasi belajar yang turun, pertumbuhan dan perkembangan terganggu, kemampuan fisik dan aktivitas kerja menurun serta mempengaruhi sistem pencernaan, susunan saraf pusat, kardiovaskular serta sistem imunitas.

Anemia biasanya masih dapat ditoleransi apabila masih dalam kondisi ringan, gejala yang ada hanya mudah lelah, namun jika terjadi anemia akut dan tidak diatasi dengan segera maka menyebabkan kelelahan, detak jantung cepat dan tidak menentu, sesak nafas, dan mengakibatkan hipotensi, kebingungan mental dan gagal jantung.

Anemia tidak hanya mempengaruhi status kesehatan saat ini namun berpengaruh terhadap terjadi penurunan produktivitas dan prestasi kerja.

Dalam sebuah penelitian bahwa kadar hemoglobin dengan produktivitas kerja menunjukkan adanya korelasi yang positif, hal ini berarti semakin rendah kadar hemoglobin, maka produktivitas kerja subjek semakin menurun.

Anemia jangka panjang pada remaja putri dapat berpengaruh sewaktu kehamilan yang akan meningkatkan resiko bayi lahir dengan berat badan lahir rendah, komplikasi penyakit bahkan kematian ibu dan bayi.

Ibu hamil yang mengalami anemia beresiko melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah, prematuritas, peningkatan morbiditas dan mortalitas janin.

Kejadian berat badan lahir rendah secara signifikan lebih banyak pada ibu yang menderita anemia.

Ibu yang mengalami anemia pada trimester kedua dan ketiga lebih beresiko melahirkan prematur sebesar 2-3 kali dapat menyebabkan kematian prenatal.

Anemia pada remaja putri tersebut dapat dicegah apabila menerapkan Prinsip Umum Gizi Seimbang yaitu

(1) Mengkonsumsi beraneka ragam makanan sesuai dengan kebutuhan tubuh agar tercapai status gizi optimal tanpa kekurangan atau kelebihan zat gizi tertentu. 

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved