Opini
Cegah Anemia Pada Remaja Putri dengan Gizi Seimbang
Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang paling umum terjadi di seluruh dunia.
(2) Konsumsi makanan yang mengandung zat besi yang cukup. Zat besi yang dibutuhkan untuk memproduksi hemoglobin berasal dari makanan ada 2 bentuk yaitu heme (10 persen) dan nonheme (90 persen).
Heme berasal dari sumber hewani seperti daging, ayam, ikan, unggas, telur dan seafood sedangkan nonheme dari sumber nabati seperti sayuran, buah-buahan, kacang kacangan dan biji-bijian.
Makanan dari sumber hewani memiliki tingkat bioavailabilitas zat besi yang tinggi. Berbeda dengan sumber nabati memiliki tingkat bioavailabilitas zat besi yang rendah.
Zat besi yang berasal dari nonheme hanya diserap 3−8 persen oleh tubuh dibandingkan dengan yang berasal sumber makanan hewani yaitu 23 persen.
(3) Mengkonsumsi vitamin C.
Proses penyerapan zat besi nonheme dapat dibantu dengan mengonsumsi sumber bahan makanan tinggi vitamin C seperti tomat, jeruk, jambu biji, bahan makanan tinggi vitamin C.
Penyerapan zat besi dalam bentuk nonheme meningkat empat kali lipat jika ada vitamin C.
(4) Cukup Vitamin B12 dan Asam Folat yang berperan dalam pematangan sel darah merah
yang terdapat pada hati, sayuran hijau, alpukat, jeruk, kacang-kacangan.
(5) Kebutuhan protein terpenuhi sesuai kebutuhan untuk pembentukan hemoglobin yang terdapat pada telur, susu, keju, daging dan ikan.
(6) Komposisi makanan sesuai dengan “Isi Piringku”.
Gizi seimbang yang sebelumnya dikenal dengan Empat Sehat Lima Sempurna adalah konsep yang mengatur pemenuhan zat gizi makro dan mikro secara tepat meliputi sumber tenaga, pembangun dan pengatur dalam pola makan sehari-hari yang terdiri dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, serat, dan air dalam komposisi yang seimbang.
Selain itu juga harus dihindari konsumsi teh/kopi yang mengandung fitat dan tanin berdekatan dengan waktu makan karena dapat menghambat penyerapan zat besi.
Asupan 5-10 mg fitat yang ditambahkan pada roti yang mengandung 3 mg zat besi maka akan menghambat penyerapan zat besi hingga 50 persen.
Penerapan pola hidup bersih dan sehat, lakukan aktivitas fisik, pemantauan berat badan dan hemoglobin secara berkala serta pemberian tablet tambah darah (TTD) pada remaja putri sesuai anjuran pada kondisi tertentu.
Remaja yang tumbuh dengan gizi seimbang akan memiliki tubuh sehat, cerdas, masa depan yang gemilang dan bebas dari anemia.
Penerapan pola makan gizi seimbang setiap hari, membiasakan perilaku hidup bersih, aktif dan sehat agar remaja Indonesia bebas dari anemia.
Gizi seimbang bukan hanya mencegah anemia namun juga menjadi kunci kesehatan dan prestasi optimal remaja.
Gizi seimbang hari ini, bebas anemia esok hari. Isi piring seimbang, prestasi remaja cemerlang.
**Penulis adalah Dosen Jurusan Gizi Poltekkes Bengkulu
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Gizi118.jpg)