Rabu, 22 April 2026

Pencurian Sapi di Mukomuko

1 Keluarga Curi 55 Ekor Sapi di Mukomuko Bengkulu, Korban: Warga Resah

1 keluarga di Mukomuko curi 55 sapi. Warga resah, korban ungkap kerugian besar hingga ucapkan terima kasih ke polisi.

Panji Destama/TribunBengkulu.com
KORBAN PENCURIAN TERNAK – Itok (42), warga Desa Talang Kuning, Kecamatan Teras Terunjam, Mukomuko, Bengkulu, saat diwawancarai Selasa (2/9/2025). Ia mengungkapkan warga sudah resah dengan aksi satu keluarga yang mencuri sapi. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama

TRIBUNBENGKULU.COM, MUKOMUKO - Aksi pencurian 55 ekor sapi yang dilakukan satu keluarga di Kecamatan Teras Terunjam, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, membuat warga resah.

 Salah satu korban, Itok (42), warga Teras Terunjam, mengaku kehilangan sapi indukan miliknya sejak 9 Agustus 2025 lalu.

Sebelumnya, polisi menetapkan lima orang tersangka dalam kasus pencurian tersebut. 

Dari pengakuan para pelaku, sebanyak 55 ekor sapi telah dicuri di kawasan Teras Terunjam.

Itok menceritakan, sapi miliknya hilang sejak 9 Agustus 2025. 

Saat memeriksa halaman belakang rumah pada pagi hari, ia mendapati sapi tersebut sudah raib.

Ia bersama warga Desa Talang Kuning dan Teras Terunjam sudah lama resah dengan maraknya pencurian ternak.

Itok dan warga bahkan telah mencurigai satu keluarga yang kini ditetapkan sebagai pelaku. 

Namun, sebelumnya mereka tidak memiliki bukti.

“Sudah resah warga karena aksi pencurian sapi ini. Hilangnya sapi sudah terjadi sejak tiga tahun lalu, tapi kalau mau bilang keluarga pelaku yang mencuri, kami tidak ada bukti. Namun, kami curiga,” ungkap Itok saat diwawancarai TribunBengkulu.com, Selasa (2/9/2025) pukul 14.57 WIB.

Ia menambahkan, dirinya sudah membuat laporan ke polisi setelah pihak kepolisian menggelar konferensi pers beberapa waktu lalu.

Sapi yang hilang tersebut merupakan sapi indukan yang ia terima dari pemerintah melalui program ketahanan pangan.

“Kalau sapi itu dari pemerintah untuk ketahanan pangan dengan harga Rp10 juta,” tutur Itok.

Menurutnya, keberadaan sapi itu sangat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, mengingat pekerjaannya sebagai buruh harian lepas dengan penghasilan yang tidak menentu.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved