Jumat, 5 Juni 2026

Berita Rejang Lebong

Cuaca Buruk Berlanjut, BPBD Rejang Lebong Ingatkan Warga Tingkatkan Kewaspadaan Mandiri

Cuaca buruk masih melanda wilayah Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu hingga Senin (12/1/2026).

Tayang:
Penulis: M Rizki Wahyudi | Editor: Yunike Karolina
M Rizki Wahyudi/TribunBengkulu.com
HUJAN DERAS - Suasana di Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu yang diguyur hujan pada Senin (12/1/2026). Cuaca buruk berupa hujan deras masih terjadi dan diperkirakan hingga akhir Januari 2026 nanti. 

Ringkasan Berita:
  • BPBD Rejang Lebong minta warga tingkatkan kewaspadaan mandiri
  • Cuaca buruk masih melanda wilayah Kabupaten Rejang Lebong hingga Senin 12 Januari 2025
  • Curah hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi diprediksi masih akan terjadi hingga akhir Januari 2026

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, M. Rizki Wahyudi

TRIBUNBENGKULU.COM, REJANG LEBONG – Cuaca buruk masih melanda wilayah Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu hingga Senin (12/1/2026).

Curah hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi diprediksi masih akan terjadi hingga akhir Januari 2026.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rejang Lebong meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan mandiri.

Tujuannya untuk menghindari adanya korban dari bencana alam. 

Kepala BPBD Kabupaten Rejang Lebong, M Budianto, mengatakan kondisi tersebut hingga kini masih sangat berpotensi meningkatkan debit air sungai dan saluran air.

Alhasil, risiko terjadinya banjir dan tanah longsor masih cukup tinggi di sejumlah wilayah.

“Berdasarkan prakiraan cuaca, hujan masih akan terjadi hingga akhir Januari. Debit air bisa meningkat dan ini berpotensi menimbulkan banjir maupun longsor di beberapa titik rawan,” ungkap Budianto saat dikonfirmasi TribunBengkulu.com. 

Ia mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di kawasan rawan bencana seperti bantaran sungai, lereng perbukitan, dan daerah dengan kondisi tanah labil, agar selalu waspada terhadap perubahan lingkungan sekitar.

Menurutnya, kewaspadaan mandiri menjadi kunci utama dalam mengurangi risiko dan dampak bencana.

Warga diharapkan tidak ragu melakukan evakuasi mandiri lebih awal apabila kondisi sekitar dinilai membahayakan keselamatan.

“Jika sudah terlihat tanda-tanda seperti retakan tanah, longsor kecil, atau air sungai yang naik secara cepat, segera mengamankan diri. Terutama rumah-rumah yang berada di lokasi rawan longsor, jangan menunggu sampai terjadi bencananya,” imbuhnya.

Budianto mengakui, selama cuaca buruk berlangsung, BPBD telah mencatat sejumlah kejadian bencana di wilayah Rejang Lebong.

Beberapa di antaranya berupa banjir dan longsor yang terjadi di beberapa titik dan bahkan telah merusak beberapa rumah masyarakat.

Meski sebagian kejadian berhasil ditangani dengan cepat, potensi terjadinya bencana susulan masih terbuka selama curah hujan tinggi terus berlanjut.

Sumber: Tribun Bengkulu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved