Cerita Mahasiswa Indonesia Berpuasa 15 Jam Saat Ramadan di Amerika Serikat

Mahasiswa Hospitality Management di Kirkwood Community College itu harus menjalani ibadah puasa Ramadan di Negeri Paman Sam.

Editor: Hendrik Budiman
Istimewa/Diki Rizaldi
Diki Rizaldi (paling depan) saat bersama teman-temannya di Amerika Serikat. 

TRIBUNBENGKULU - Mahasiswa asal Indonesia ceritkan pengalamannya berpuasa selama 15 jam saat bulan Ramadan.

Mahasiswa itu bernama Diki Rizaldi asal Lenggang, Belitung Timur saat ini sedang mengenyam pendidikan di Amerika Serikat.

Mahasiswa Hospitality Management di Kirkwood Community College itu harus menjalani ibadah puasa Ramadan di Negeri Paman Sam.

Baca juga: Bulan Puasa Sepasang Kekasih di Madiun Asyik Berzina, Video 30 Detiknya Viral di Media Sosial

Baca juga: Ternyata Bukan Makanan Buka Puasa, Ini Arti Kata Takjil yang Sebenarnya

Diki mengatakan ia tinggal di Negara Bagian Iowa.

Di sana dia berpuasa sejak pukul 05.30 hingga berbuka pukul 19.30.

"Namun di akhir bulan puasa harus berpuasa lebih lama yakni 15-16 jam karena perubahan matahari terbenam," kata Diki dikutip dari BangkaPos.com, Rabu (6/4/2022).

Baca juga: Serba Rp 5 Ribu, Berburu Takjil di Hari Pertama Puasa

Baca juga: 5 Masjid Populer di Bengkulu yang Cocok Buat Ngabuburit di Bulan Puasa

Diki menuturkan suasana Ramadan 1443 Hijriah di sana berbeda dengan di Indonesia.

Apalagi, kata Diki saat ini suhu di sana di antara 0-10 derajat celcius sehingga harus berpuasa sambil kedinginan.

Terlebih karena di sana masyarakatnya banyak yang tidak puasa sehingga dia merasa beribadah sendirian.

Baca juga: Yuk Kenali Penyebab Ngantuk Saat Puasa dan Cara Mengatasinya

Baca juga: Resep Ikan Pais Makanan Khas Bengkulu Cocok Buat Menu Berbuka Puasa

"Tapi Alhamdulillah di sini ada komunitas muslim dan ada satu masjid yang memang khusus untuk beribadah bagi umat muslim. Di sini saya bertemu dengan saudara muslim dari seluruh dunia seperti negara-negara di Afrika, Timur Tengah, bahkan dari Amerika sendiri. Hari ini kami bakal buka puasa bersama teman-teman komunitas," kata Diki, Selasa (5/4).

Dalam mengisi aktivitas puasanya, Diki bilang mereka sering bercerita tentang negara masing-masing.

Dia sendiri mengatakan banyak yang tertarik tentang Indonesia saat tahu Diki berasal dari sana.

Baca juga: Tips Menu Makanan Untuk Usir Ngantuk Ketika Bulan Puasa

Baca juga: Makanan Khas Bengkulu yang Bisa Jadi Menu Buka Puasa Ramadhan 1443 H / 2022 M

Mereka bertanya letak geografis Indonesia, populasi muslimnya, dimana dia tinggal, bagaimana puasa di Indonesia, hingga suhu di Indonesia seperti apa.

"Saat saya cerita tentang puasa di Indonesia saya langsung rindu berat dengan kekhasan berpuasa khususnya di Belitung Timur. Pilihan kue berbuka sangat beragam hingga minumannya. Kangen banget," kata lulusan SMK Negeri 1 Manggar itu.

Baca juga: Menu Sehat Berbuka Puasa dan Sahur Selama Bulan Ramadhan 2022

Baca juga: 5 Rekomendasi Kafe yang Cocok untuk Tempat Buka Puasa di Bengkulu

Untuk mengatasi kerinduan itu, dia biasanya masak sendiri di tempat tinggalnya. Selain mengobati kerinduannya, dia juga bisa berhemat.

"Selain juga karena lidah saya juga belum terbiasa dengan makanan Amerika meskipun sudah delapan bulan di sini," kata Diki.

Artikel ini telah tayang di BabelNews.id

Ikuti kami di

AA
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved