Korupsi Lahan ROW Tol Bengkulu

Update Kasus Korupsi Pembebasan Lahan ROW Jalan Tol Bengkulu, Estimasi Kerugian Rp 18 Miliar

Jumlah pastinya belum dapat kami sampaikan, masih estimasi. Sekitar Rp 18 miliar. Tapi jumlah ini masih estimasi

Penulis: Romi Juniandra | Editor: M Arif Hidayat
Romi Juniandra/Tribunbengkulu.com
Kasi Penyidikan Kejati Bengkulu, Danang Prasetyo. Proses penyidikan kasus korupsi lahan ROW Tol Bengkulu - Taba Penanjung terus berlangsung, estimasi kerugian Rp 18 miliar lebih 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Romi Juniandra

 

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Penyidikan dugaan kasus korupsi pembebasan lahan right of way (ROW) Jalan Tol Bengkulu - Taba Penanjung terus berlangsung.

 

Saat ini, penyidik pidana khusus (pidsus) masih terus mendalami dan melakukan penghitungan kerugian negara akibat ketidakbenaran dalam proses pembebasan lahan tersebut.

 

"Jumlah pastinya belum dapat kami sampaikan, masih estimasi. Sekitar Rp 18 miliar. Tapi jumlah ini masih estimasi, bisa pas, bisa lebih, bisa kurang," kata Kasi Penyidikan Kejati Bengkulu, Danang Prasetyo kepada TribunBengkulu.com, Kamis (19/1/2023).

 

Untuk tersangka sendiri, masih belum dapat disampaikan penyidik.

 

Sementara, tindak pidananya sendiri disebutkan ketidakbenaran dalam pembebasan lahan ROW ini, mulai dari mark up harga dan sebagainya.

 

Jumlah saksi yang diperiksa juga cukup banyak, mencapai ratusan orang, terdiri dari warga penerima ganti rugi dan pihak-pihak lain. Termasuk, sejumlah kepala desa.

 

Tercatat, ada 200 masyarakat yang tercatat menerima ganti rugi pembebasan lahan ROW Jalan Tol Bengkulu - Taba Penanjung ini.

 

Sejauh ini, penyidik masih fokus ke pelanggaran Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTP) dan biaya notaris dalam biaya pembebasan lahan.

 

Kemudian, fokus penyidikan lainnya adalah indikasi pelanggaran diganti rugi tanam tumbuh.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved