Rabu, 27 Mei 2026

Warga Mukomuko Diterkam Harimau

Mengapa Harimau Berkeliaran di Permukiman Warga dan Objek Wisata Danau Lebar Mukomuko Bengkulu?

Harimau yang menerkam warga Desa Tunggal Jaya, Teras Terunjam, Mukomuko masih berkeliaran di permukiman warga dan masuk ke kawasan wisata Danau Lebar.

Tayang:
HO BKSDA Bengkulu
Pemasangan Perangkap harimau ke tiga di Objek Wisata Danau Lebar, Desa Setia Budi, usai ditemukan aktivitas harimau disekitar danau lebar, Sabtu (11/1/2025). 

Sekitar pukul 23.30 WIB, warga menemukan korban sudah tak bernyawa di semak-semak kebun sawit milik warga.

“Korban ditemukan di sekitar semak-semak di kebun sawit milik warga, lantas warga langsung menghubungi pihak kami untuk dievakuasi,” jelas Irfansyah.

Sekitar 01.30 WIB korban dilakukan evakuasi dari lokasi kejadian, kondisi korban saat ditemukan sudah tak bernyawa dan hanya tinggal kaki bagian kanan.

“Kondisi korban sudah tak bernyawa ada beberapa luka di tubuhnya, dan kaki korban hanya tinggal kaki sebelah kanan saja,” ungkap Irfansyah.

Harimau Berkeliaran di Permukiman

Balai Konvervasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu masih melacak keberadaan harimau yang terkam warga Desa Tunggal Jaya, Kecamatan Teras Terunjam, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu.

BKSDA Bengkulu pada Sabtu 11 Januari 2025 telah memasang 3 perangkap harimau, usai kejadian Ibnu Oktavianto (22) warga Desa Tunggal Jaya Kecamatan Teras Terunjam tewas diterkam harimau beberapa waktu lalu.

Setelah warga menemukan adanya aktivitas harimau di sekitar Danau Lebar Desa Setia Budi, Kecamatan Teras Terunjam, BKSDA kembali memasang perangkap harimau di Danau Lebar.

“Kemarin ada pergerakan harimau di sekitar Danau Lebar, jadi kebijakannya ditutup sementara wisata Danau Lebar,” ungkap Pokdarwis Danau Lebar Sutristianto, Minggu (12/1/2025).

Lanjut Sutristianto, masyarakat Desa Setia Budi masih beraktivitas seperti biasa.

Hanya saja saat pergi ke kebun, masyarakat saat ini tak berani pergi sendirian. Mereka berkelompok untuk beraktivitas ke kebun.

“Kalau ke kebun warga tak berani sendirian, setidaknya berkelompok untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan,” tutur Sutristianto.

Sementara itu, Koordinator Lapangan Resort KSDA Mukomuko-BKSDA Bengkulu Rasidin, mengungkapkan pihaknya mendapatkan laporan dari warga di Kecamatan Air Dikit adanya aktivitas harimau.

Warga menemukan aktivitas harimau di sekitar perkebunan sawit agro yang berada di Kecamatan Air Dikit.

Perkebunan sawit agro yang berada di Kecamatan Air Dikit memiliki jarak yang cukup dekat dengan pemukiman warga. Hanya berjarak 4 kilometer ke Kecamatan Kota Mukomuko.

Warga menemukan adanya jejak kaki harimau di sekitar perkebunan sawit agro yang langsung berhadapan dengan jalan lintas Bengkulu-Padang. 

Harimau tersebut dikhawatirkan masuk ke Desa Tanah Rekah Kecamatan Kota Mukomuko.

“Kita ke lokasi dulu untuk mengecek temuan jejak kaki harimau di sana,” jelas Rasidin.

Rasidin juga meminta warga untuk meningkatkan kewaspadaannya. Selama beraktivitas baik itu berkebun ataupun yang lain.

“Kita minta juga warga untuk selalu meningkatkan kewaspadaannya, kalau bisa untuk beraktivitas seperti berkebun ataupun yang lain jangan sendirian,” kata Rasidin.

Untuk diketahui, harimau di Mukomuko pertamakali memangsa warga yang sedang mengumumkan pakan ternak di Desa Tunggal Jaya.

Lalu, aktivitas harimau juga ditemukan di Desa Mekar Jaya dengan memangsa seekor sapi milik warga.

Kemudian, jejak harimau kembali ditemukan di sekitar Danau Lebar, Desa Setia Budi di Kecamatan Teras Terunjam.

Pihak BKSDA Bengkulu juga telah memasang 3 perangkap di lokasi tersebut dan kamera pemantau.

Dari hasil kamera pemantau harimau yang memangsa warga dan sapi berjumlah satu ekor dengan jenis kelamin jantan.

BKSDA Pasang Perangkap

BKSDA Bengkulu memasang perangkap harimau dan kamera pemantau di kawasan Desa Tunggal Jaya, Kecamatan Teras Terunjam Kabupaten Mukomuko.

Kapolsek Teras Terunjam Iptu Irfansyah Damanik saat dikonfirmasi mengatakan, saat ini pihak BKSDA sudah memasang perangkap harimau dan kamera pemantau.

“Kemarin sore, pihak BKSDA memasang satu perangkap harimau dan 2 kamera pemantau,” ungkap Irfansyah, saat dihubungi TribunBengkulu.com, Kamis (9/1/2025).

Irfansyah juga mengatakan, pihaknya bersama BKSDA Bengkulu dan masyarakat memasang perangkap harimau ini di sekitar lokasi ditemukannya korban yang tewas.

Dalam perangkap BKSDA memasang umpan berupa satu ekor kambing. Masyarakat juga diharapkan tidak berkativitas sendirian dan kurangi mendekati TKP.

“Masyarakat diharapkan tak berkativitas sendirian saat di luar rumah, serta tak mendekati TKP,” jelas Irfansyah.

BKSDA Bengkulu memasang perangkap dan kamera pemantau di kawasan Desa Tunggal Jaya Kecamatan Teras Terunjam Kabupaten Mukomuko.

Perangkap dan kamera dipasang usai Ibnu Oktavianto warga setempat ditemukan tewas diterkam harimau di lokasi perkebunan sawit, pada Rabu (8/1/2025).

Kapolsek Teras Terunjam Iptu Irfansyah Damanik menerangkan, pihak BKSDA sudah memasang perangkap harimau dan kamera pemantau.

“Kemarin sore, pihak BKSDA memasang satu perangkap harimau dan 2 kamera pemantau,” ungkap Irfansyah, saat dihubungi TribunBengkulu.com, Kamis (9/1/2025).

Irfansyah menerangkan, pemasangan perangkap harimau dilakukan BKSDA Bengkulu bersama polisi dan masyarakat di sekitar lokasi ditemukannya korban tewas.

Dalam perangkap BKSDA memasang umpan berupa satu ekor kambing. Masyarakat juga diharapkan tidak beraktivitas sendirian dan kurangi mendekati TKP.

“Masyarakat diharapkan tak beraktivitas sendirian saat di luar rumah, serta tak mendekati TKP,” imbuh Irfansyah.

Sekolah Diliburkan

Sekolah di tiga desa Mukomuko Provinsi Bengkulu belajar online usai salah satu warga tewas diterkam harimau.

Pada Rabu 8 Januari 2025 warga Desa Tunggal Jaya Kecamatan Teras Terunjam Kabupaten Mukomuko, Ibnu Oktavianto (22) ditemukan tak bernyawa di semak-semak perkebunan sawit usai diterkam harimau.

Merespon kejadian ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Mukomuko, mengeluaran kebijakan terkait aktivitas belajar mengajar mengajar di tiga desa di Kecamatan Teras Terunjam.

“Terkait dengan adanya warga Desa Tunggal Jaya yang diduga tewas dimangsa harimau, kami meminta kepada kepala sekolah melalui forum MKKS untuk sekolah dilakukan aktivitas belajar secara daring,” ungkap Kabid Pendidikan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mukomuko Ramon Hoski, saat dikonfirmasi TribunBengkulu.com, Rabu (8/1/2025).

Ramon menjelaskan, aktivitas belajar mengajar via daring ini atau online dilakukan di sekolah yang berada di tiga desa yakni Desa Tunggal Jaya, Mekar Jaya dan Karang Jaya.

Hal itu dilakukan pihaknya untuk meningkatkan kewaspadaan dan faktor keamanan anak-anak didik di tingkat SD dan SMP.

Dengan aktivitas belajar mengajar secara daring ini, bertujuan untuk membatasi kegiatan dan aktivitas anak-anak di luar rumah.

“Kepala sekolah juga diminta untuk terus berkoordinasi dengan kepala desa mengenai perkembangan keamanan lingkungan didaerah tersebut per hari khususnya untuk anak-anak,” jelas Ramon.

Untuk sekolah yang melaksanakan aktivitas belajar mengajar via daring yakni, SDN 03 Teras terunjam, SDN 05 Teras Terunjam dan SMPN 08 Mukomuko.

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved