Berita Bengkulu Tengah

2.971 Orang di Bengkulu Tengah Terdampak ISPA, Didominasi Anak-anak Berumur 5 - 9 Tahun

Sebanyak 2.971 orang di Kabupaten Bengkulu Tengah terjangkit penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) sepanjang 2023.

Penulis: Suryadi Jaya | Editor: Yunike Karolina
Suryadi Jaya/TribunBengkulu.com
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Yoki Hermansyah menjelaskan kasus ISPA di Kabupaten Bengkulu Tengah pada saat ini meningkat.  

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU TENGAH - Sebanyak 2.971 orang di Kabupaten Bengkulu Tengah terjangkit penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) sepanjang 2023.

Dari data Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkulu Tengah, penyakit ISPA tersebut paling banyak menyerang anak-anak berumur 5 - 9 tahun dengan jumlah terjangkit sebanyak 1.356 orang. 

Kepala Dinkes Bengkulu Tengah, Gusti Miniarti melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Yoki Hermansyah menjelaskan, kasus ISPA di Kabupaten Bengkulu Tengah pada saat ini memang sangat meningkat sekali. 

Peningkatan tersebut terjadi diduga akibat cuaca kemarau berkepanjangan yang memberikan dampak terhadap kesehatan warga. 

Sebab, debu jalanan dan asap dari kebakaran hutan dan lahan termasuk asap lainnya juga memperparah kondisi saat ini. 

"Sangat meningkat sekali, sebab sepanjang tahun 2022 yang lalu, kasus ISPA sebanyak 567 kasus. Sedangkan per September tahun ini sudah 2.971 kasus. Bahkan potensi bertambahnya kasus ISPA ini bisa saja terjadi apabila kondisi kemarau masih berlanjut kedepannya," ujar Yoki. 

Dari 2.971 kasus tersebut, terdiri dari 768 kasus untuk umur 0 - 5 tahun, 1.356 untuk umur 5 - 9 tahun, 635 kasus untuk umur 9 - 60 tahun dan 236 kasus untuk umur lebih dari 60 tahun. 

"Untuk kasus paling tinggi menyerang anak-anak, karena memang anak-anak saat ini banyak yang main tanah, terutama cuaca ekstrem seperti ini menyebabkan banyak debu dan bisa saja terhirup," kata Yoki. 

Dengan meningkatnya kasus ISPA ini, Yoki berharap agar warga tidak menyepelekan kasus ini, sebab penyakit ini berbahaya juga kalau tak ada kewaspadaan dari penderita. 

Pihaknya terus memberikan imbauan kepada warga yang menderita ISPA agar selalu menjaga kesehatan dan menghindari lokasi yang banyak debu hingga asap.

"Kepada penderita ISPA kita meminta untuk sering mencuci tangan dengan bersih, terlebih setelah beraktivitas di tempat umum, serta menggunakan masker, jika beraktivitas di luar rumah," ungkap Yoki.

Baca juga: Sepanjang September 2023, 16 Karhutla Terjadi di Bengkulu Tengah, Damkar Kekurangan Sarpras

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved